matraciceni.com

Marak Penipuan, Waspadai Ciri Lowongan Kerja Palsu biar Nggak Ketipu!

Ilustrasi lowongan kerja
Foto: Shutterstock

Jakarta -

Belakangan, penipuan dengan modus menawarkan lowongan kerja (loker) palsu alias abal-abal semakin marak. Khususnya di masa pandemi yang menyebabkan perekrutan banyak dilakukan secara virtual.

Director JobStreet Indonesia Varun Mehta menjelaskan fenomena ini disebabkan oleh pihak tak bertanggung jawab yang menyalahgunakan nama besar dari sebuah perusahaan dengan tujuan menjebak orang-orang yang sedang mencari pekerjaan. Tak jarang, calon kandidat terkadang diminta mengirimkan sejumlah uang sebagai jaminan untuk langsung diterima kerja.

Karena itu, kamu terutama para lulusan baru harus ekstra waspada dengan ciri-ciri loker penipuan. Jangan mudah percaya dengan iming-iming gaji yang besar dan permintaan penggantian biaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar terhindar dari penipuan lowongan kerja, ada baiknya kamu pahami ciri-ciri lowongan kerja palsu seperti yang dilansir dari laman resmi JobStreet berikut.

1. Tidak Menyebutkan Posisi Pekerjaan

ADVERTISEMENT

Lowongan kerja pada umumnya selalu menyebutkan posisi pekerjaan atau jenis lowongan yang dibutuhkan. Pasalnya, posisi pekerjaan merupakan poin penting dalam sebuah loker untuk memperjelaskan posisi yang dibutuhkan. Pencantuman posisi pada loker juga akan memberikan gambaran terkait pertanyaan wawancara nantinya.

Pada loker, HRD biasanya juga akan menyebutkan posisi lowongan beserta skill yang dibutuhkan perusahaan. Jadi, jika kamu menemukan loker yang tak menyebutkan detail posisinya, sebaiknya waspada atau abaikan loker tersebut.

2. Pekerjaan Terlalu Terlihat Bagus

Sama seperti menulis deskripsi diri pada CV, kamu juga harus perhatikan detail jenis pekerjaan dengan gaji yang ditawarkan. Sebab, tak sedikit loker palsu yang menawarkan pekerjaan dengan tugas ringan dengan gaji besar. Meski hal ini merupakan impian setiap orang, namun kamu perlu waspada dengan pekerjaan yang 'too good to be true' karena bisa jadi penipuan.

Biasanya, orang yang menjadi korban penipuan tertarik dengan iming-iming gaji tinggi dan pekerjaan mudah. Menurut mereka, pekerjaan ini merupakan kombinasi ideal bagi mereka yang memiliki skill atau pengalaman kerja minim.

3. Perusahaan Meminta Uang

Perusahaan meminta biaya untuk kebutuhan akomodasi interview? Waspada karena hal tersebut salah satu ciri-ciri loker palsu. Dalam modus ini, penipu biasanya akan menginformasikan bahwa wawancara akan diadakan di luar kota domisili calon kandidat. Sehingga kandidat perlu mentransfer sejumlah uang untuk biaya akomodasi. Agar lebih meyakinkan, pada surat undangan disebutkan semua biaya akan dibebankan kepada perusahaan melalui sistem reimbursement saat mereka tiba di kota.

Selain itu, beberapa oknum lowongan kerja palsu juga menerapkan modus meminta uang dari kandidat dengan penawaran kandidat akan diberikan posisi yang bagus atau lolos tahapan seleksi. Jika hal ini terjadi, segera tolak atau abaikan lowongan tersebut. TerlebihUU No. 13 tahun 2013 Pasal 53 telah menyatakan 'Segala hal dan/atau biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan pembuatan perjanjian kerja dilaksanakan oleh dan menjadi tanggung jawab pengusaha'.

4. Perusahaan Mengirim Email Mencurigakan

Pada umumnya, lowongan kerja akan terpampang pada media sosial atau website resmi perusahaan. Namun, penipu biasanya mengirimkan lowongan kerja palsu melalui email. Jika menerimanya, pastikan kamu mengecek dahulu isi lowongan kerja tersebut mulai dari alamat email, lowongan kerja yang ditawarkan, hingga nama pengirim email. Jika lowongan tersebut berasal dari email pribadi maka lowongan tersebut bisa jadi palsu. Namun, bila email yang digunakan mencantumkan nama perusahaan, cek terlebih dahulu apakah email tersebut memang resmi atau palsu.

5. Perekrut Berkomunikasi Melalui Media Sosial

Pada tahap awal seleksi kerja, perekrut resmi biasanya akan menghubungi kandidat melalui email, telepon, atau aplikasi lowongan kerja yang kandidat gunakan. Jika perekrut menghubungi melalui media sosial, kamu sebaiknya waspada. Terlebih jika profil mereka mencurigakan. Agar lebih aman, kamu juga bisa mengecek detail media sosial mereka dengan teliti sebelum membalas tawaran kerja yang diberikan.

Nah, itu 5 hal penting yang perlu diwaspadai agar terhindar dari lowongan kerja palsu. Buat kamu para job seeker, terutama yang baru lulus dan ingin melamar kerja, sebaiknya cari lowongan kerja pada platform resmi dan terpercaya seperti JobStreet.

Di JobStreet, kamu bisa menemukan lowongan pekerjaan dari dengan berbagai posisi dari perusahaan terpercaya. Menariknya, kamu bisa mencari pekerjaan berdasarkan skill, minat hingga gaji yang diinginkan.



Simak Video "Kisah Pilu 7 Calon TKI Niat Perbaiki Nasib di Malaysia Berujung Ditipu"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat