matraciceni.com

Begini Cara Melamar Kerja Lewat Email dengan Baik dan Benar

Businesswoman Checking E-mail Online on Laptop
Ilustrasi mengirim lamaran kerja lewat email. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

Daftar Isi
  • Cara Melamar Kerja Lewat Email
  • 1. Persiapkan Dokumen yang Dibutuhkan 2. Pastikan Alamat Email Sudah Benar 3. Tulis Subjek Email dengan Jelas dan Lengkap 4. Menulis Email dengan Baik 5. Sertakan Dokumen Pendukung 6. Cek Lagi Email Sebelum Dikirim
  • Template Email Berisi Lamaran Kerja
  • Contoh Email Lamaran Kerja
Jakarta -

Melamar pekerjaan tak harus selalu datang ke kantor yang dituju, tapi juga bisa dilakukan dengan cara mengirim email. Selain lebih hemat waktu dan tenaga, melamar kerja lewat email juga lebih mudah dilirik oleh HRD perusahaan.

Sebab, tim HRD hanya membutuhkan koneksi internet untuk membuka lamaran kerja yang dikirim ke email. Hal tersebut lebih praktis ketimbang harus repot-repot membuka satu per satu amplop lamaran kerja.

Meski begitu, masih banyak pelamar kerja yang kurang paham dalam mengirim lamaran kerja lewat email. Alhasil, lamaran kerja justru tak dilirik oleh HRD karena ditemui banyak kesalahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana cara mengirim lamaran kerja lewat email yang baik dan benar? Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.

Cara Melamar Kerja Lewat Email

Dilansir Indeed, satu hal penting yang harus diperhatikan saat mengirim lamaran kerja lewat email adalah penulisannya. Sebab, lamaran kerja wajib ditulis secara formal agar HRD menilaimu sebagai orang yang profesional.

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, lamaran kerja yang kamu kirim dapat terlihat menonjol dibandingkan pelamar lain, sehingga ada kemungkinan besar HRD melihat lamaran kerja detikers.

Mengutip laman Coursera, berikut cara melamar kerja lewat email yang baik dan benar:

1. Persiapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Sama halnya ketika melamar pekerjaan secara langsung, pelamar juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen sebelum mengirimnya lewat email ke HRD perusahaan. Umumnya, dokumen yang disiapkan meliputi:

  • CV atau resume
  • Cover letter
  • Portofolio
  • Sertifikat (jika ada).

Semua dokumen dikirim dalam bentuk file PDF dan pastikan penerima bisa membuka atau melihatnya. Jangan lupa, cantumkan nama lengkap di lampiran file agar memudahkan HRD dalam mengetahui kepemilikan dokumen tersebut.

2. Pastikan Alamat Email Sudah Benar

Selain itu, perhatikan juga alamat email yang dipakai untuk melamar kerja, baik email yang digunakan untuk mengirim maupun email penerimanya sudah benar. Sebab, jangan sampai salah karena bisa berakibat fatal.

Pastikan juga alamat email yang digunakan memang khusus untuk aktivitas profesional di bidang pekerjaan. Selain itu, susunan nama email juga mencerminkan bahwa kamu adalah pelamar yang profesional dan kompeten.

Maka dari itu, disarankan menggunakan alamat email dengan perpaduan nama belakang dan depan. Contoh: zubairahmad@email.com.

Jika alamat email harus menggunakan angka, usahakan angka yang tertera tidak terlalu banyak. Sebab, hal itu akan mempengaruhi penilaian HRD ketika menerima lamaran kerja lewat email. Contoh: zubairahmad09901@email.com.

3. Tulis Subjek Email dengan Jelas dan Lengkap

Masih banyak pelamar kerja yang kelupaan atau tidak menulis subjek di email. Padahal, subjek email sangat penting dalam melamar kerja lewat email.

Tak perlu panjang, cukup dibuat secara ringkas dan jelas agar penerima atau HRD tahu bahwa ada seseorang yang melamar kerja di posisi tersebut.

Penulisan subjek email yang baik dan benar sebagai berikut "Nama Lengkap - Posisi pekerjaan yang dilamar". Contohnya: Ahmad Zubair Alamsyah - Account Executive.

4. Menulis Email dengan Baik

Perlu diingat, email lamaran kerja harus ditulis secara formal agar kamu terlihat profesional di mata HRD. Tak perlu bertele-tele, cukup tulis dengan singkat dan jelas agar HRD dapat memahaminya dengan mudah.

Email lamaran yang baik dan benar terdiri dari:

  • Salam pembuka
  • Perkenalan diri di bagian awal
  • Paragraf yang menjelaskan mengapa kamu mengirim lamaran kerja ke perusahaan tersebut
  • Menjabarkan pengalaman kerja, kualifikasi, dan skill yang kamu miliki
  • Memberikan alasan mengapa kamu layak menjadi salah satu kandidat karyawan di perusahaan tersebut
  • Paragraf penutup
  • Ucapan terima kasih
  • Informasi kontak yang dapat dihubungi.

5. Sertakan Dokumen Pendukung

Setelah menulis isi surat lamaran kerja di body email, jangan lupa sertakan dokumen yang dibutuhkan sebagai lampiran melamar kerja, seperti NPWP atau SKCK.

Pastikan dokumen sudah benar dan dikirim dalam bentuk file PDF agar penerima bisa membuka serta melihatnya.

6. Cek Lagi Email Sebelum Dikirim

Tak ada salahnya untuk kembali mengecek ulang lamaran kerja sebelum dikirim lewat email. Beberapa poin penting yang harus dicek mulai dari:

  • Alamat email penerima sudah benar
  • Tidak ada huruf typo
  • Dokumen yang disertakan sudah benar.

Setelah semuanya dicek dan tidak ada kesalahan, maka detikers bisa mengirim lamaran kerja tersebut.

Template Email Berisi Lamaran Kerja

Kalau detikers masih ragu apakah lamaran kerja yang ditulis sudah benar atau belum, simak template email berisi lamaran kerja di bawah ini:

[Subjek Email] Nama - Jabatan (serta Nomor Referensi untuk daftar pekerjaan, jika ada)

[Salam] Sapa penerima atau perekrut, seperti "Yang terhormat... (nama depan dan belakang manajer perekrutan)" atau cukup "Manajer HRD yang terhormat..." jika sama sekali tidak mengenal penerima.

[Paragraf Pertama, berisi;] Perkenalan diri dan posisi pekerjaan yang dilamar serta beri tahu di mana kamu menemukan posisi lamaran pekerjaan tersebut. (Cantumkan jika kamu dirujuk oleh seseorang serta mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut.)

[Paragraf Kedua, berisi;] Sertakan kualifikasi khusus yang membuat kamu cocok untuk pekerjaan itu. Sebutkan pendidikan dan pengalaman kamu jika ada, serta keterampilan yang relevan dengan posisi tersebut.

[Paragraf Ketiga, berisi;] Sebutkan dokumen terlampir dan beri tahu perekrut bahwa kamu akan dengan senang hati memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan. Ucapkan terima kasih kepada penerima atas waktu dan pertimbangannya. Jika kamu berencana untuk menindaklanjuti, cantumkan kapan kamu akan menindaklanjuti di paragraf ini.]

[Penutup, berisi;] Ucapkan terima kasih lagi kepada penerima dan sertakan salam penutup yang sopan, seperti "Hormat saya,". Sertakan juga tanda tangan dan informasi kontak yang dapat dihubungi.

Contoh Email Lamaran Kerja

Berikut contoh penulisan lamaran kerja lewat email dengan baik dan benar yang dapat dijadikan sebagai referensi:

[Subjek Email] Ahmad Zubair Alamsyah - Account Executive

Yang Terhormat, Bapak Erik Sudrajat

Nama saya Ahmad Zubair Alamsyah, dan saya menulis ini untuk melamar posisi Account Executive di PT Maju Berkembang Selalu. Saya baru saja lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi (S.E) dalam bidang Manajemen Marketing.

Saya menemukan posisi kosong untuk Account Executive di PT Maju Berkembang Selalu melalui LinkedIn. Melihat deskripsi dan persyaratan pekerjaan tersebut, saya merasa bahwa saya adalah kandidat yang paling cocok untuk mengisi posisi itu.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saya adalah lulusan baru Sarjana Ekonomi dari Universitas Bersama. Saya ingin sekali menerapkan pengetahuan dan pengalaman saya dalam bidang ini untuk bekerja di perusahaan terkenal seperti yang Anda pimpin.

Selama studi di Universitas Bersama, saya berpartisipasi dalam beberapa magang dalam bidang Marketing di sejumlah perusahaan dan telah memperoleh keterampilan yang diperlukan.

Melalui email ini, saya melampirkan surat lamaran, resume, dan hasil kerja saya selama magang untuk menjadi pertimbangan Anda. Saya harap Anda tidak ragu untuk menghubungi jika ada informasi tambahan yang ingin diketahui.

Terima kasih banyak atas waktu dan pertimbangan Anda, dan saya berharap dapat segera mendengar kabar dari Anda.

Hormat saya,
Ahmad Zubair Alamsyah
0813-1415-1617
zubairahmad@email.com

Itu dia cara mengirim lamaran kerja lewat email dengan baik dan benar. Semoga contoh di atas dapat membantu detikers.



Simak Video "5 Kesalahan Saat Interview yang Bikin Gagal Diterima Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/inf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat