matraciceni.com

Kalla Group Mau Bangun Smelter Lagi di Sulawesi, Target Rampung 2027

Kamaludin, Kalla Construction Director.
Marketing Strategy, Digitalization Director Kalla Land & Property, Kamaluddin/Foto: Ilyas Fadilah/

Jakarta -

PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) yang merupakan unit bisnis Kalla Group menargetkan pembangunan smelter tahap kedua rampung pada tahun 2027. Saat ini pembangunan smelter tahap 1 sudah selesai dan mulai berproduksi.

Marketing Strategy, Digitalization Director Kalla Land & Property, Kamaluddin menjelaskan, lokasi smelter tahap pertama dan kedua berlokasi di tempat yang sama, yakni di Luwu, Sulawesi Selatan. Perusahaan merogoh kocek Rp 10 triliun untuk dua smelter yang telah dibangun di tahap pertama.

Secara rinici, saat ini terdapat dua pabrik pengolahan nikel pada tahap pertama, yakni smelter feronikel berkapasitas 33.000 ton per tahun dan smelter nikel sulfat berkapasitas 31.400 ton per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kemudian smelter kami, fase satu outputnya feronikel dan nikel sulfat, kapasitasnya 33 ribu ton dan 31 ribu ton. Untuk fase kedua akan mulai konstruksi dan diharapkan selesai di tahun 2027," katanya dalam temu media di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Untuk fase kedua, PT BMS akan membangun smelter nikel sulfat sebanyak 4 lini produksi dengan kapasitas 31.400 ton per tahun. Menurut Kamaluddin, Kalla Construction Director, pembangunan smelter hingga PLTA memang menjadi salah satu fokus bisnis perusahaan.

ADVERTISEMENT

"Kita terus kita fokus di pembangunan PLTA, Kalla tetap mengembangkan sesuai target perusahaan tadi secara total, kita rencanakan 2.000 gigawatt, sekarang kan yang baru operasi baru 500, sehingga konstruksi akan kita fokus ke sana. Termasuk pembangunan smelter tadi, jadi banyak-banyak kita fokus di investasi internal," tutur Kamaluddin.

Sebelumnya, dilansir dari Antara, pada April 2024 Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) memantau proses peleburan nikel ore menjadi feronikel yang dikelola milik PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

JK pada kunjungan itu, cukup bangga karena Smelter milik perusahaan Kalla Group sudah mulai berproduksi setelah menjalani proses pembangunan dalam lima tahun terakhir. "Ini dibangun lima tahun terakhir dan hasilnya kita lihat sudah mulai berproduksi," ujarnya.

(ily/rrd)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat