matraciceni.com

Dolar AS Bisa Tembus Rp 17.000, Ini Pemicunya

Rupiah semakin melemah di hadapan dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 16.178 siang ini, Selasa (16/4/2024).
Foto: Andhika Prasetia

Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat hingga mendekati level Rp 16.300. Dikutip dari RTI, Senin (10/6/2024), dolar AS naik sebesar 111 poin atau 0,90% menjadi Rp 16.290.

Tekanan dolar AS terhadap rupiah diprediksi akan berlangsung hingga kuartal III 2024. Jika dibiarkan tanpa ada intervensi dari Bank Indonesia (BI), dolar AS diprediksi akan melesat ke level Rp 16.700, atau bahkan Rp 17.000.

"Tekanan dolar AS masih akan besar, paling tidak hingga Q3. Tanpa intervensi BI, rupiah diperkirakan akan mencapai Rp 16.500-16.700 dan tidak menutup peluang ke Rp 17.000," kata Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong kepada , Senin (10/6/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menguatnya mata uang Paman Sam disebabkan rilis data Non-Farm Payroll (NFP) atau data tenaga kerja AS yang menguat. Menurut Lukman, hal itu membuat prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau The Fed di bulan September menurun.

"Hal ini membuat prospek pemangkasan suku bunga oleh the Fed pada bulan September turun di bawah 50%, sekitar 47%," sebut dia.

ADVERTISEMENT

Senada, Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menyebut penguatan dolar AS berkaitan dengan menguatnya data tenaga kerja di negara tersebut. Kondisi ini mendorong naiknya inflasi sehingga menunda pemangkasan suku bunga.

"Yang menjadi pemicu adalah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS yang menurun. Penurunan ekspektasi ini dipicu oleh data tenaga kerja AS yang dirilis di Jumat malam yang hasilnya ternyata lebih bagus dari ekspektasi pasar. Kondisi ketenagakerjaan AS yang membaik ini bisa mendorong kenaikan inflasi di AS lagi yang bisa menunda pemangkasan suku bunga di AS," jelas Ariston.

Hasilnya dolar AS menguat tidak hanya terhadap rupiah namun juga mata uang lainnya. Dampak langsungnya, harga barang konsumsi yang mengandung bahan baku impor bisa naik sehingga berpotensi menyebabkan daya beli turun.

"Saya belum ada prediksi tertinggi kurs saat ini, yang pasti saat ini rupiah belum bisa keluar dari tekanan dollar AS," pungkasnya.

Saksikan Live DetikSore:



Simak Video "Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Airlangga: Tak Perlu Khawatir"
[Gambas:Video 20detik]
(ily/rrd)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat