matraciceni.com

Pemegang Saham Pastikan Bank Centris Bukan Pengutang BLBI

Pemegang saham Bank Centris Internasional (BCI), Andri Tedjadharma menegaskan pihaknya tidak pernah menerima dana Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI).
Pemegang saham Bank Centris Internasional (BCI), Andri Tedjadharma menegaskan pihaknya tidak pernah menerima dana Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) - Foto: /Ilyas Fadilah

Jakarta -

Pemegang saham Bank Centris Internasional (BCI) Andri Tedjadharma menegaskan pihaknya tidak pernah menerima dana Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI). Menurutnya, pihaknya hanya melakukan perjanjian jual beli promes dengan jaminan tertentu.

"Oleh karena itu Bank Centris bukanlah sebagai pengutang, karena tidak pernah menerima uang sepeser pun dari Bank Indonesia, apalagi BLBI," katanya dalam konferensi pers di Jakarta Barat, Selasa (9/7/2024).

Menurutnya, Bank Centris tidak termasuk dalam daftar audit BPK tentang PKPS (Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham), atau pihak yang menandatangani Akta Pengakuan Utang (APU), Master Refinancing and Note Issuance Agreemen (MRNIA), dan Master Settlement And Acquitition Agreement (MSAA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan uang yang tertera dalam perjanjian jual beli promes juga diklaim tidak pernah cair ke Bank Centris. Ada pihak yang memalsukan rekening Bank Centris, yang mana dana dari Bank Indonesia justru disalurkan ke rekening palsu tersebut.

Rekening Bank Centris Internasional asli adalah 523.551.0016, sementara rekening rekayasa adalah 523.551.000. Tidak diketahui siapa pemiliknya tetapi rekening itu mengatasnamakan rekening Bank Centris Internasional.

ADVERTISEMENT

Lalu berdasarkan Akte 46, Bank Centris harusnya menerima Rp 490.787.748.596 dari Bank Indonesia, atas penyerahan promes nasabah Rp 492.216.516.580 dan jaminan seluas 452 Ha dan sudah di hipotek atas nama Bank Indonesia dengan No 972. Akte 46 adalah perjanjian jual beli promes dengan jaminan antara Bank Indonesia dan Bank Centris.

"Terbukti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Perkara No. 350/Pdt.G/2000/PN.JKT.SEL dengan bukti dari BPK yang telah disahkan oleh Hakim Majelis yang mengadili perkara ini bahwa nominal sesuai yang diperjanjikan pada akte No. 46 yaitu sebesar Rp 490.787.748.596 tidak pernah di pindahbukukan ke rekening Bank Centris Internasional No. 523.551.0016, melainkan diselewengkan ke rekening jenis individual yang mengatasnamakan Bank Centris Internasional dengan No. 523.551.000," bebernya.

"Maka, kata dia, Bank Centris dimenangkan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, karena menandatangani suatu perjanjian bukan berarti menerima apa yang diperjanjikan," tambah dia.

Dengan adanya dua rekening atas nama bank yang sama itu, Andri menduga telah terjadi praktek bank dalam bank di tubuh Bank Indonesia.

(ily/kil)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat