matraciceni.com

Hasil Survei: Bank Digital RI Tumbuh Pesat Gegara Gen Z

Ilustrasi memegang smartphone
Ilustrasi/Foto: Shutterstock/

Jakarta -

Perbankan digital Indonesia terus tumbuh konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Menurut survei yang dilakukan oleh Populix, bank digital tumbuh besar karena golongan anak muda berusia 12 sampai 27 tahun alias Gen Z.

Bank Indonesia (BI) mencatat nominal transaksi perbankan digital mencapai Rp 5.570,49 triliun atau meningkat 10,82% secara tahunan pada Mei 2024. Menurut riset Populix bertajuk "Studi Analisis Ekosistem dan Persepsi terhadap Bank Digital di Indonesia" perbankan digital tumbuh pesat karena sejumlah faktor mulai dari keamanan data dan transaksi (31%), fleksibilitas dalam mengakses aplikasi (12%), fitur aplikasi yang lengkap (12%), integrasi dengan layanan keuangan lain (11%), dan promo khusus (10%) sebagai fitur-fitur yang dicari dari aplikasi bank digital.

"Pertumbuhan perbankan digital didorong kuat oleh Gen Z yang menempati kelompok generasi terbesar di Indonesia saat ini. Sebagai generasi pertama yang tumbuh dengan akses internet dan teknologi digital sejak usia muda, Gen Z memainkan peran penting pada ekosistem perekonomian digital," ucap VP of Research Populix, Indah Tanip, Selasa (9/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indah menjelaskan, bahwa ada tiga bank digital terbesar yang menjadi pilihan Gen Z yakni SeaBank (57% dari market share), Bank Jago (36% dari market share), dan Blu by BCA (26% dari market share). Khusus responden area Jabodetabek, Indah mengatakan respoden bahkan menggunakan dua sampai tiga aplikasi bank untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Berdasarkan kegunaan, Indah menuturkan bahwa bank digital utamanya digunakan untuk isi ulang e-wallet (54%), transfer antar bank (49%), berbelanja di e-commerce atau platform online (48%), serta transfer antar rekening (47%). Hal ini sejalan dengan hasil survei dimana SeaBank memiliki seluruh fitur yang banyak dipilih nasabah.

ADVERTISEMENT

Indah kemudian menjelaskan bahwa keterbukaan Gen Z terhadap internet dan teknologi mendorong Gen Z untuk memiliki ekspektasi berbeda terhadap produk dan layanan perbankan.

"Bank digital menjadi jawaban atas keinginan mereka terhadap kegiatan bertransaksi yang serba cepat, nyaman, dan aman. Oleh karena itu, para pemain bank digital dituntut untuk terus berinovasi memberikan solusi perbankan dan fitur-fitur yang sesuai dengan harapan para nasabah lintas generasi, terutama Gen Z," jelas Indah.

Di sisi lain, Indah mengatakan ada beberapa alasan Gen Z lebih senang menggunakan bank digital. Mulai dari kecepatan dan kemudahan dalam melakukan transfer dana, integrasi dengan e-wallet dan layanan pembayaran lain. Penyebab lainnya, fleksibilitas untuk melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja, biaya admin yang lebih terjangkau, mendukung berbagai transaksi dalam satu aplikasi, serta berbagai hal lainnya.

Adapun secara umum, Indah memaparkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan responden memilih bank digital. Seperti, biaya admin dan biaya transfer yang rendah (56%), program promosi/diskon/cashback (52%), keamanan bank (50%), desain aplikasi yang mudah digunakan (49%), fleksibilitas dalam transaksi sehari-hari (47%), dan masih banyak lagi.

"Secara umum, SeaBank paling banyak dipilih Gen Z untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari mengingat fitur-fitur yang ditawarkan oleh bank ini seperti bebas biaya admin dan transfer, menyediakan banyak program promosi yang menarik, dan memiliki aplikasi yang mudah digunakan. Sementara itu, Bank Jago dipilih karena terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lain, dan Blu by BCA dipilih karena keamanan aplikasi dan layanan pelanggan yang responsif," pungkasnya.

(ara/ara)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat