matraciceni.com

Adhi Karya Minta Suntikan Modal Rp 2 T Tahun Depan buat 2 Proyek Tol

Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Jakarta -

PT Adhi Karya (Persero) Tbk meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 2,096 triliun untuk 2025. PMN diperuntukkan untuk dua proyek tol yakni Tol Yogyakarta-Solo dan Tol Yogyakarta-Bawen.

"Kami usulkan tambahan pada kesempatan ini, usulan tambahan PMN sebesar Rp 2,096 triliun. Ini diperuntukkan juga kedua proyek yang tadi disebutkan di atas, Jogja-Solo dan Jogja-Bawen," ucap Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024).

Asnawi menjelaskan, PMN diperlukan karena terjadi sejumlah situasi terjadi di kedua ruas tol tersebut, salah satunya perubahan komposisi. Adhi Karya bertugas menyelesaikan 47% dari total ruas tol tersebut dari sebelumnya 24% karena dua perusahaan swasta mundur dari proyek itu untuk melakukan restrukturisasi keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang berkurang itu ada dua swasta, PT Gama Group dan PT Dayamulia Turangga, yang sebelumnya ini mereka mayoritas sekitar 51%. Karena mereka sedang restrukturisasi keuangan, sehingga tidak mampu mendapatkan tambahan-tambahan kredit," ungkapnya.

Karena kedua perusahaan swasta itu mundur, Asnawi menjelaskan terjadi perubahan belanja modal (capital expenditure/capex).

ADVERTISEMENT

Untuk Tol Yogyakarta-Solo, kebutuhan awal ekuitas yang semula Rp 1,9 triliun berubah menjadi Rp 3,98 triliun. Sementara untuk Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, kebutuhan awal ekuitas sebesar Rp 535 miliar berubah menjadi Rp 726 miliar.

"Sehingga total usulan PMN yang saat ini kami ajukan adalah sebesar Rp 2,096 triliun," pungkasnya.

(ara/ara)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat