matraciceni.com

Pabrik Gula Milik BUMN Ungkap Strategi Wujudkan Swasembada, Caranya?

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) siap memulai masa giling tebu tahun 2024 untuk memenuhi kebutuhan gula masyarakat. PT SGN tercatat memiliki 36 pabrik gula (PG).
Ilustrasi/Foto: Dok. PTPN III

Jakarta -

Pabrik gula milik BUMN berupaya mewujudkan swasembada dengan menggenjot kesejahteraan petani tebu. Hal ini dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co yang merupakan subholding gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Hariyanto menegaskan komitmen dalam mewujudkan swasembada gula nasional diiringi penguatan petani, sehingga membawa dampak peningkatan kesejahteraan petani.

"Program Makmur ini salah satu rangkaian, bahwa kami harus bersinergi mensukseskan swasembada gula. Ekosistem sangat penting karena kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, dari mulai benih, pupuk, pendanaan dari perbankan, hingga pabrik gula sebagai off taker. Yang terpenting pencapaian swasembada gula diiringi dengan penguatan petani dengan membantu akses permodalan, benih hingga saprodi, sarana produksi," kata Hariyanto dalam keterangannya, ditulis Minggu (7/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kendala yang dihadapi petani tebu adalah akses dan ketersediaan saprodi di antaranya pupuk yang dibutuhkan tanaman untuk proses pertumbuhan dan peningkatan produktivitas. Hal ini disampaikan Rolis Wikarsono Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan.

"Lahan kami sekitar 6.500an hektare (ha) di hampir seluruh kabupaten Situbondo telah ter-cover Program Makmur, Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat, kami mendapatkan jaminan pupuk yang asli dan prosesnya hanya dua tiga hari, harganya kompetitif," ungkap Rolis.

ADVERTISEMENT

Petani mitra PG Pradjekan merupakan petani tebu yang pertama mengakses Program Makmur tiga tahun yang lalu. Dampak dari program tersebut kini dirasakan oleh para petani, selain jaminan ketersediaan pupuk, peningkatan produktivitas hingga peningkatan pendapatan petani.

"Tahun ini peningkatan produktivitas luar biasa, sebelumnya di 76 kini menjadi 110 ton per ha, rendemen naik, pendapatan petani juga naik," jelas Mohammad Sholeh Kusuma, General Manager PG Pradjekan.

Kenaikan produktivitas tersebut dinilai cukup signifikan, mencapai 45% dari semula 76 ton per ha menjadi 110 ton per ha, kenaikan rendemen mencapai 9,9% dari 8,14% menjadi 8,94%, sehingga pendapatan petani meningkat dari semula Rp 53,4 juta per ha menjadi Rp 69,4 kita per ha.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid memberikan apresiasi atas peningkatan produktivitas yang diraih oleh petani tebu mitra PG Pradjekan dan pihaknya menyakini melalui sistem bagi hasil dengan petani, ditambah dengan kinerja SGN petani akan tambah makmur.

"Setelah kami berdiskusi dengan mitra tadi kebetulan pabrik gula Prajekan ternyata rangking 1 terkait rendemen seluruh SGN. Selain itu, kami berterima kasih pada semua ekosistem yang berada di Program Makmur ini kami karena mensukseskan juga ketahanan pangan nasional," pungkas Robby.

Gelar Teknologi serta Seremonial Panen dan Tanam Tebu bertujuan meningkatkan kepercayaan petani dalam memanfaatkan ekosistem program Makmur serta aplikasi teknologi Smart Precision Farming pada komoditas tebu. Dalam kesempatan tersebut selain dilakukan prosesi tanam tebu perdana, juga dilakukan demo pemupukan yang menggunakan pesawat nir awak (drone).

(ara/ara)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat