matraciceni.com

Dapat Target Produksi 600.000 Mobil Listrik dari Jokowi, Bos Hyundai Sanggup?

Pabrik Baterai Mobil Listrik Hyundai LG Indonesia diresmikan oleh Presiden Jokowi
Pabrik Baterai Mobil Listrik Hyundai LG Indonesia diresmikan oleh Presiden Jokowi - Foto: Ridwan Arifin/detikOto

Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan akan ada produksi kendaraan listrik di Indonesia sebanyak 600.000 hingga 2030. Indonesia baru saja memiliki ekosistem lengkap kendaraan listrik setelah Jokowi meresmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat.

Mendapatkan target besar dari Jokowi, Executive Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung pun buka suara.

Chung menilai target yang ditetapkan Jokowi sangat wajar, dia bilang pasar Indonesia saja cukup besar untuk menjadi peluang mobil listrik. Maka dari itu Hyundai akan siap menyanggupi target besar dari Jokowi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden Joko Widodo sudah menetapkan target untuk memproduksi 600.000 kendaraan listrik di dalam negeri sampai pada tahun 2030. Saya berpikir target ini sangat wajar, pasalnya negara ini adalah pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara," sebut Chung dalam sambutannya saat meresmikan pabrik baterai di Karawang, Rabu (3/7/2024).

Chung juga menilai kendaraan listrik yang diproduksi dan dijual Indonesia juga bakal menjadi standar utama untuk seluruh wilayah di kawasan Asia Tenggara. Dia menyebut di kawasan ini ada sekitar 700 juta pelanggan potensial.

ADVERTISEMENT

Ditambah lagi, Chung memaparkan data International Energy Agency menyebutkan akan ada lebih dari separuh penjualan mobil global yang beralih menjadi mobil listrik pada tahun 2035. Dia meyakini, Indonesia berada di pusat masa depan industri otomotif.

"Hyundai Motor Group dan Indonesia membentuk masa depan ekosistem EV bukan hanya di Asia, tetapi juga di seluruh dunia. Hyundai Motor Group menyakinkan bahwa aktivasi industri kendaraan listrik di Indonesia akan memberikan peluang ekonomi baru bagi seluruh Asia Tenggara," tegas Chung.

Di sisi lain, menurutnya Indonesia juga menawari sumber daya mineral kiritis yang menjadi modal besar untuk produksi kendaraan listrik. Dia percaya pabrik Hyundai di Indonesia bakal menggerakkan jutaan kendaraan listrik di dunia.

"Dan sumber daya mineral di negara ini, seperti besi dan nikel, adalah komponen penting dari baterai yang akan menggerakkan jutaan kendaraan listrik di seluruh dunia," pungkas Chung.

(hal/kil)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat