matraciceni.com

Bos PalmCo Buka-bukaan Rencana Peremajaan Sawit hingga Kembangkan EBT

A worker loads fresh fruit bunches to be distributed from the collector site to CPO factories in Kampar regency, as Indonesia announced a ban on palm oil exports effective this week, in Riau province, Indonesia, April 26, 2022. REUTERS/Willy Kurniawan
Ilustrasi Kelapa Sawit/Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN

Jakarta -

Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo memperkuat pengembangan ekosistem perkebunan kelapa sawit nasional. PTPN IV PalmCo menjadi perusahaan perkebunan sawit terluas di dunia dengan mengelola 586.843 hektare (ha) perkebunan kelapa sawit sendiri dan 56.944 ha kebun kerja sama operasi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa memaparkan bahwa terdapat tiga tantangan pasca merger enam bulan lalu, pertama konsolidasi setelah merger.

"Alhamdulillah, enam bulan berjalan pasca terintegrasi pondasi yang kita coba bangun sudah mulai terlihat peta nya. Banyak potensi perbaikan utamanya untuk menghilangkan gap kinerja antar region dan unit kerja sama operasi kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantangan kedua, perihal disparitas produktivitas perkebunan sawit yang disebabkan faktor kinerja serta budaya kerja dan tantangan ketiga adalah hilirisasi. Untuk kedua tantangan terakhir itu, ia mengatakan perusahaan menyeragamkan budaya yang bersandar pada tata kelola yang baik dan dalam penentuan peta jalan hilirisasi, disandarkan pada lima pilar yang dimiliki PTPN saat ini.

"Lima pilar ini kami menyebutnya Next Gen Operation, Reveneue Enhancement, Downstream Transformation, Trading & Supply Chain Improvement, serta New Green Business Establishment," beber Jatmiko.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, ia menjelaskan saat ini perusahaan telah menentukan prioritas nasional dan program strategis meliputi hilirisasi sektor pangan, peremajaan sawit rakyat (PSR), serta akselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk menjawab sekaligus mewujudkan tujuan pembentukan PalmCo.

"Untuk PSR, PTPN IV cukup masif. Di Regional III sendiri, saat ini total luasan PSR mencapai 9.981 hektare dan pada tahun 2024 ini ditargetkan mencapai 13.011 hektare atau 57 persen dari target yang dicanangkan seluas 22.444 hektare. Pola yang dilaksanakan di Regional III ini yang kemudian kita adopsi untuk perluasan PSR di Regional lainnya," tuturnya.

Selain PSR, perusahaan juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menekan emisi karbon menuju net zero emission (NZE). Program reduksi emisi untuk mengurangi potensi gas rumah kaca tersebut dilaksanakan dalam satu siklus budi daya perkebunan mulai dari pengambilan raw material, proses produksi, hingga pengelolaan limbah.

Mulai dari proses pengambilan raw material hingga produksi, PTPN IV fokus pada perkebunan berkelanjutan, baik dari pemanfaatan pupuk yang tepat guna melalui digitalisasi, kebijakan zero burning, menjaga areal dengan nilai konservasi tinggi, hingga pengelolaan limbah sebagai sumber energi baru terbarukan.

"Dari sisi environment, pembangkit tenaga biogas baik sebagai co-firing maupun listrik berkontribusi positif dalam menekan emisi karbon secara signifikan. Kemudian, dari sisi bisnis, keberadaan PTBg tersebut menjadi bagian dari peningkatan efisiensi perusahaan serta nilai tambah terutama dari penjualan by product seperti cangkang," demikian Jatmiko.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat