matraciceni.com

Apa Perbedaan Kripto dan Bitcoin? Pahami Sebelum Berinvestasi

Bitcoin
Foto: Dok. Shutterstock

Daftar Isi
  • Perbedaan Kripto dan Bitcoin
  • Cara Kerja Bitcoin
  • 1. Menggunakan Blockchain 2. Ada Private dan Public Key 3. Verifikasi dengan Bitcoin Mining
  • Jenis Kripto Selain Bitcoin
  • 1. Ether 2. Solana 3. USD Coin
Jakarta -

Di era digital, tren investasi berkembang pesat dan didukung oleh berbagai teknologi baru yang canggih. Salah satu investasi digital yang populer di kalangan masyarakat adalah investasi kripto.

Ketika ingin memasuki dunia investasi digital, mungkin detikers pernah mendengar diskusi mengenai investasi bitcoin. Oleh karena itu, mungkin sebagian orang kebingungan antara perbedaan kripto dan bitcoin.

Sebelum berinvestasi, penting untuk mengetahui perbedaan istilah-istilah tersebut. Tak usah bingung lagi, simak artikel berikut untuk memahami perbedaan kripto dan bitcoin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan Kripto dan Bitcoin

Mengutip Tax2win, kripto atau cryptocurrency adalah mata uang digital yang digunakan untuk transaksi melalui jaringan komputer. Jadi, kripto tidak memiliki bentuk fisik seperti mata uang konvensional. Selain itu, transaksi kripto juga tidak bergantung pada otoritas sentral seperti bank atau pemerintah.

Kalau begitu, apa perbedaannya dengan Bitcoin? Bitcoin adalah salah satu jenis cryptocurrency. Mengutip NerdWallet, Bitcoin diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 sebagai cryptocurrency yang pertama. Sekarang, Bitcoin adalah salah satu mata uang kripto yang paling populer dan menginspirasi kemunculan cryptocurrency lainnya.

ADVERTISEMENT

Cara Kerja Bitcoin

Jika ingin berinvestasi bitcoin atau cryptocurrency lainnya, penting untuk mengetahui cara kerjanya.

1. Menggunakan Blockchain

Bitcoin bekerja menggunakan sebuah blockchain, yaitu sebuah koding bersifat open source yang mengumpulkan seluruh riwayat transaksi menggunakan bitcoin. Riwayat transaksi ini diatur ke dalam berbagai blok yang terhubung satu sama lain untuk menghindari kemungkinan diutak-atik.

Dengan adanya blockchain yang dapat dilihat oleh semua pengguna, semua riwayat transaksi tercatat secara permanen.

2. Ada Private dan Public Key

Mengutip Ledger, semua dompet kripto, termasuk Bitcoin, memiliki sebuah private key dan sebuah public key.

Private key adalah dasar dari setiap akun blockchain dan diperlukan untuk semua kebutuhan yang berkaitan dengan blockchain. Jika seseorang memiliki private key, ia memiliki akses ke blockchain yang menyimpan aset kripto miliknya.

Sementara public key bisa terlihat oleh semua pengguna dalam suatu network blockchain. Public key berperan seperti nomor akun sebagai identifikasi unik.

3. Verifikasi dengan Bitcoin Mining

Verifikasi transaksi dilakukan melalui proses yang disebut penambangan atau mining. Mining menggunakan proses kriptografi yang rumit untuk mencegah pemalsuan dan pencurian. Penambang atau miner bisa memperoleh Bitcoin sebagai imbalan atas kesuksesan mining.

Jenis Kripto Selain Bitcoin

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa bitcoin adalah mata uang kripto pertama dan telah menginspirasi kemunculan mata uang kripto lainnya. Jika detikers tertarik berinvestasi kripto, ada berbagai pilihan cryptocurrency yang sering digunakan di Indonesia, tidak hanya bitcoin.

1. Ether

Ether aau ETH adalah cryptocurrency yang menggunakan blockchain bernama Ethereum. Mengutip situs perusahaan internet banking N26, Ether tidak memiliki limit, yang berarti secara teoritis, tidak ada batas berapa jumlah koin Ether yang bisa diciptakan. Ini berbeda dengan Bitcoin yang memiliki limit 21 juta koin.

Menurut Google Finance, saat ini (1/4/2024), 1 ETH memiliki nilai sekitar $3500 atau sekitar Rp 56 juta.

2. Solana

SOL adalah cryptocurrency yang berjalan menggunakan blockchain Solana. Solana dapat menjalankan 50.000 transaksi setiap detiknya, sehingga performanya lebih cepat.

Mengutip Coin Gecko, saat ini (1/4/2024), 1 SOL memiliki nilai $198 atau Rp 3,1 juta.

3. USD Coin

USD Coin atau USDC adalah salah satu jenis stablecoin, yakni mata uang kripto yang menggunakan referensi eksternal untuk mendasari nilainya dengan tujuan mengurangi volatilitas.

USD coin mendasari nilainya menggunakan dolar Amerika Serikat sebagai referensi. Jadi, 1 USD Coin setara dengan 1 dolar AS atau sekitar Rp 15.800 (1/4/2024).

Itu dia perbedaan kripto dan bitcoin. Jadi, investor pemula tak usah bingung lagi, ya. Kripto adalah istilah yang lebih luas untuk mencakup semua mata uang digital yang digunakan dalam bertransaksi, sementara Bitcoin adalah salah satu jenis kripto.



Simak Video "Kata AAJI soal Gen Z dan Milenial yang Gunakan Asuransi Tradisional"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat