matraciceni.com

Jadi Musisi, Bos Freeport Bisa Bayar Kuliah 3 Semester Sekali Manggung

Presdir Freeport Indonesia, Tony Wenas
Tony Wenas/Foto: 20detik

Jakarta -

Clayton Allen Wenas atau Tony Wenas selama ini dikenal sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Jauh sebelum itu, bos raksasa tambang itu rupanya lebih dulu terjun ke dunia musik.

Tony bahkan mengaku dibayar mahal saat menjadi musisi. Ia bisa mendapatkan bayaran puluhan juta dalam sebulan pada era 80an.

Tony sendiri dikenalkan musik oleh keluarganya sejak kecil. Bukan karena orang tuanya berprofesi sebagai musisi, namun orang tuanya memutarkan musik secara rutin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya itu dibesarkan di satu keluarga yang memang dari kecil sepanjang hari di rumah saya dengerin musik terus, gantian lah. Entah ayah muterin lagu ini, ibu saya, ada kakak saya, ibaratnya saya bangun dengerin suara musik," kata di Tony dalam program Big Cheese , Selasa (11/6/2024).

Dari situ, Tony mengaku kecintaannya terhadap musik terus tumbuh. Ia pun belajar alat musik seperti gitar dan piano, dan kemudian mulai meniti karir sebagai musisi.

ADVERTISEMENT

"SMP bikin vokal group, SMA bikin band, sudah mulai rekaman dari tahun 1977, SMA itu sudah mulai rekaman dan terus lah berkarir terus dari situ," ungkapnya.

Bayaran Tony terbilang besar saat menjadi musisi. Ia mengatakan, dalam sebulan bisa mengantongi Rp 40 juta hingga Rp 50 juta jika diukur dengan nilai saat ini.

"Tahun 1980-an income-nya lumayanlah kalau dihitung kurs sekarang ya, incomenya itu barangkali saat itu sekitar US$ 3.000-an sih ada atau sekitar sebulan bisa Rp 40 juta-Rp 50 juta dengan uang sekarang ya," katanya.

Sebagai gambaran, terang Tony, saat itu uang semester kuliahnya sekitar Rp 15.000. Sementara, sekali manggung ia dibayar minimal Rp 50.000. Artinya, honor Tony sekali manggung bisa untuk membayar uang kuliah 3 semester sekaligus.

Tony sendiri merupakan anggota dari beberapa band seperti Solid 80 dan Symphony. Kala itu, diakuinya pendapatan sebagai musisi menjanjikan.

Namun, lulus kuliah menjadi titik balik dalam perjalanan karir Tony. Saat itu, ia dihadapkan oleh pilihan apakah terus bertahan di dunia musik atau tidak.

Kala itu, Tony berpikir musik tidak menjanjikan untuk keberlanjutannya. Ia pun kemudian mengambil keputusan ke jalur profesional dengan bekerja di perusahaan.

"Jadi saya harus memilih, akhirnya saya berpikir aduh ini musik tidak terlalu menjanjikan keberlanjutannya, nanti pada saat usia tertentu pasti memudar, yang sudah-sudah banyak yang kaya gitu ya, ngetop habis itu memudar. Jadi saya pikir ya sudah lah saya ke jalur profesional bekerja di perusahaan," terangnya.



Simak Video "Tony Wenas di Antara Musik dan Masa Depan Freeport di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat