matraciceni.com

Distributor Alkes Melantai di BEI, Sahamnya Meroket 34%

Distributor alat kesehatan PT UBC Medical Indonesia Tbk resmi melantai dengan kode saham LABS di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (20/7).
Distributor Alkes Melantai di BEI, Sahamnya Meroket 34%/Foto: Samuel Gading/

Jakarta -

Distributor alat kesehatan PT UBC Medical Indonesia Tbk resmi melantai dengan kode saham LABS di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (20/7) dan menjadi emiten ke-32 yang listing sepanjang 2024. Baru diluncurkan, saham LABS meroket 34,31% alias nyaris Auto Rejection Atas (ARA) di posisi 137 per saham dan naik 35 basis poin (BPS).

LABS menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak 700 juta lembar saham. Besaran saham setara 17,72% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan dengan harga Rp102 per lembar saham. Perusahaan berharap mendapat dana segar Rp 71,4 miliar.

Perusahaan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas selaku Lead underwriter. Direktur Utama FX Yoshua Raintjung LABS, mengatakan perseroan berfokus pada penyediaan alat Kesehatan diagnostic in-vitro (instrumen) dan consumables/reagen. Teknologi ini adalah solusi untuk mendeteksi penyakit menular dan kelainan bawaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perseroan saat ini ditunjuk sebagai distributor dari principal yang merupakan produsen bioteknologi dari Negara-negara Maju yang antara lain Amerika Serikat, Jepang, dan Cina dalam memberikan teknologi terbaik untuk laboratorium di seluruh Indonesia," kata Yoshua di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2024).

Yoshua kemudian menjelaskan, bahwa IPO adalah langkah perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola perusahaan. Sampai Desember 2023, ia mengatakan perusahaan mencatatkan pendapatan positif di mana selama tiga tahun terakhir Perseroan telah meningkatkan reputasi di pasar alat kesehatan sebagai salah satu pemasok unggulan untuk produk skrining bayi baru lahir dan infeksi tuberkulosis laten (ILTB).

ADVERTISEMENT

"Saya optimistis dengan prospek Industri Kesehatan saat ini, terutama pasca-covid 19, pemerintah mulai akan memfokuskan anggaran kesehatannya pada program yang sifatnya promotif dan preventif guna mencapai target Indonesia Emas 2045, hal tersebut diyakini akan meningkatkan penyerapan atas produk alat Kesehatan dan reagen Perseroan" sambungnya.

Yoshua kemudian menjelaskan, bahwa seluruh dana bersih hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perseroan. Di antaranya, biaya operasional seperti, pembelian barang dagangan, pembelian bahan baku produksi, biaya pemasaran, biaya penjualan dan biaya operasional lainnya.

Yoshua menuturkan penawaran umum saham LABS pun berjalan sukses dan mendapatkan respon yang positif dari para investor. Terjadi kelebihan permintaan (oversubscribe) yang tercatat lebih dari 250 kali dengan jumlah investor sebanyak lebih dari 31.275 investor yang terdiversifikasi dari investor perorangan, institusi, nasional, maupun asing.

(ara/ara)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat