matraciceni.com

Emiten Ini 4 Tahun Absen Bagi Dividen, Begini Tanggapan BEI

Ilustrasi saham
Foto: Getty Images/iStockphoto/guvendemir

Jakarta -

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), KDB Tifa atau TIFA memutuskan kembali tidak membagikan dividennya kepada pemilik saham tahun buku 2023. Padahal, dalam laporan keuangannya, KDB Tifa membukukan laba bersih sebesar Rp59,66 miliar.

Menanggapi putusan tersebut, Direktur Pengawasan Transaksi BEI Kristian Manulang mengatakan BEI mendesak seluruh emiten yang mendapatkan keuntungan dari pasar modal Indonesia harus membagikan dividennya ke pemilik saham.

"Harapan kita semua emiten yang mendapatkan untung ya harus bagi dividen. Ini kan masalah fundamental perusahaan saja," kata Kristian, di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam RUPS, pemegang saham menyepakati untuk menggunakan laba perusahaan tahun buku 2023 yang akan ditahan dengan rincian sebesar Rp 50 juta dialokasikan sebagai dana cadangan. Kemudian, sebanyak Rp 59,61 miliar sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan.

Seperti diketahui, sejak diakuisisi oleh Korean Development Bank pada September 2020 lalu, TIFA puasa bagi dividen. Tahun lalu, pemegang saham kala itu juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2022 dengan penggunaan laba bersih Rp 57,06 miliar untuk dibukukan sebagai dana cadangan sebesar Rp 50 miliar dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan, untuk menambah modal kerja perseroan.

ADVERTISEMENT

Melansir dari situs resmi perusahaan, laba bersih sejak tahun buku 2019 sampai tahun buku 2023 tidak membagikan dividen kepada pemegang saham namun dividen ditahan untuk menambah saldo laba perseroan.

Sementara itu, Head of Costumer Literation & Education PT Kiwoom Sekuritas Octavianus Audi Kasmarandana mengatakan perusahaan yang tidak membagikan dividennya, padahal mendapatkan keuntungan akan mendapatkan sanksi negatif dari para pelaku pasar.

"Ini akan menjadi beban investor dan spekulasi pasar akan berdampak negatif. Pelaku pasar bisa jadi tidak tertarik untuk membeli saham," jelasnya.

(rrd/rir)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat