matraciceni.com

Bos WIKA Buka Suara soal Merger dengan PTPP

Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Logo BUMN - Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat berencana melebur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan PT PP (Persero).

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menjelaskan rencana tersebut masih dikaji mendalam oleh Kementerian BUMN dan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.

"Sampai saat ini kita masih menunggu arahan yang lebih detail dari Kementerian BUMN, di mana saat ini rencana konsolidasi WIKA dan PP ini masih dikaji secara mendalam oleh Kementerian," katanya dalam konferensi pers RUPST WIKA Tahun Buku 2023 secara virtual, Rabu (15/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menduga bakal ada arahan lebih detail dari Kementerian BUMN dalam waktu dekat. Ia juga menyebut pihaknya masih dalam tahap persiapan konsolidasi.

"Mungkin dalam waktu dekat baru akan diberikan arahan lebih detail. Tapi sejauh ini kita baru tahap persiapan saja, menunggu arahan dari Kementerian BUMN," terang dia.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Erick Thohir menyebut akan melakukan melakukan konsolidasi 7 BUMN Karya menjadi hanya 3 saja. Salah satu di antaranya yang akan digabungkan adalah PT Wijaya Karya (WIKA) (Persero) Tbk dengan PT PP.

Erick menyebut kemungkinan yang akan menjadi induk dari penggabungan itu yakni PT PP.

"WIKA sama PP, kemungkinan (yang menjadi induk) PP," kata Erick ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (19/3/2024) kemarin.

Selain itu, Erick merinci rencana penggabungannya seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), dengan PT Brantas Abipraya (Persero) akan digabungkan. Penggabungan berikutnya PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Waskita Karya (Persero).

(ily/kil)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat