matraciceni.com

Israel Serang Iran, Bursa Asia Berguguran hingga Harga Minyak Melonjak

Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Ilustrasi/Foto: AP Photo

Jakarta -

Saham-saham dan obligasi di Asia merosot pada Jumat (19/4). Sementara mata uang safe-haven, emas, dan minyak mentah melonjak imbas ketegangan di Timur Tengah meningkat.

Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik turun 2,3% dan saham berjangka AS turun 1,5% menyusul serangan rudal Israel ke Iran. Yen sebagai salah satu mata uang safe-haven menguat 0,4% terhadap dolar AS dan 0,7% terhadap euro.

Sementara itu franc Swiss menguat 0,9% terhadap dolar AS. Sementara itu, harga emas melonjak 1,3% menjadi US$ 2.409 per troy ounce, kembali menuju level tertinggi sepanjang masa di minggu lalu di US$ 2.431 per troy ounce.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat ada tindakan risk-off (penghindaran risiko) secara besar-besaran," kata Kepala Penelitian Asia di ANZ Khoon Goh, dikutip dari Reuters, Jumat (19/4/2024).

"Pasar akan sangat khawatir bahwa ini adalah awal dari eskalasi saling balas, yang dapat menciptakan volatilitas besar di Timur Tengah," tambah Goh.

ADVERTISEMENT

Kemudian harga minyak Brent berjangka melonjak lebih dari 3% di tengah kekhawatiran pasokan Timur Tengah akan terganggu. Bitcoin turun 6,2% ke level terendah 1-1/2 bulan di $59,590.74.

Seperti dilaporkan ABC News, pejabat AS melaporkan rudal Israel menghantam wilayah Iran. Sementara kantor berita Iran, Fars mengatakan ledakan terdengar di bandara di kota Isfahan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bersumpah akan membalas tindakan Iran yang meluncurkan ratusan drone dan rudal ke Israel. Aksi Iran merupakan balasan terhadap serangan ke kompleks kedutaan besarnya di Suriah yang diduga dilakukan Israel. Serangan itu menewaskan komandan senior militer Iran.

Nikkei Jepang turun 3,3%, saham acuan Taiwan tergelincir 3,8%, dan Hang Seng Hong Kong turun 2%. Pasar ekuitas sudah mengarah lebih rendah sebelum gejolak di Timur Tengah. Penyebabnya data ekonomi AS mendorong pejabat Federal Reserve memberi sinyal agar tidak terburu-buru menurunkan suku bunga.

Simak Video: Kondisi Isfahan Iran Setelah Diserang Israel

[Gambas:Video 20detik]



(ily/ara)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat