matraciceni.com

Malaysia-Singapura Duet Bangun KEK Baru Dekat Batam, Nasib RI Gimana?

Pengendara sepeda motor melintas di dekat proyek pengembangan jalan penghubung kawasan KEK, pariwisata dan industri di Batam, Kepulauan Riau, Senin (24/6/2024). Pemerintah daerah setempat mengerjakan sebanyak 22 proyek pembangunan infrastruktur jalan pada 2024 guna mendukung kegiatan investasi dan kunjungan wisatawan asing diantaranya pengembangan jalan sepanjang 3,4 kilometer yang menghubungkan kawasan KEK Nongsa Digital Park, pariwisata Nongsa dan kawasan industri Kabil. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/YU
KEK Batam/Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Jakarta -

Malaysia dan Singapura berencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lintas batas pertama di Asia Tenggara. Hal ini berarti, akan ada saingan baru bagi KEK Batam dan KEK Bintan yang posisinya dekat kedua negara itu dan sudah lebih dulu terbangun di Indonesia. Bagaimana nasib RI yang berbatasan langsung dengan kedua negara itu?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia siap bersaing menghadapi pembangunan kawasan yang akan dibangun di Johor tersebut. Menurutnya, persaingan seperti ini lumrah terjadi.

"Ya namanya persaingan boleh aja. Malaysia-Singapura bikin, negara lain juga boleh-boleh aja," kata Airlangga, ditemui di St. Regis Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas kondisi ini, Airlangga menilai bahwa Indonesia sendiri perlu meningkatkan daya saing tinggi sehingga dapat berhadapan dengan KEK lintas batas yang akan dibangun dua tetangga RI itu. "Makanya kita harus bersaing, harus berdaya saing tinggi," ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, Malaysia dan Singapura berencana berkolaborasi untuk membangun Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ) lintas batas pertama di Asia Tenggara. Rencana ini diungkapkan oleh Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CNA, Rafizi mengatakan, penandatanganan perjanjian JS-SEZ dijadwalkan pada bulan September 2024. Para pejabat dari kedua belah pihak tengah menggeber penyelesaian rincian lanjutan menjelang Retret Pemimpin Malaysia-Singapura bulan itu.

"Malaysia telah menyampaikan kerangka kerjanya kepada Singapura dan sedang menunggu tanggapan," kata Rafizi.

Pada bulan Januari, Singapura dan Malaysia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) mengenai JS-SEZ, yang diharapkan dapat menawarkan insentif fiskal dan non-fiskal seperti keringanan pajak dan perjalanan yang lebih mudah antara kedua negara.

(shc/fdl)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat