matraciceni.com

Zulhas Sebut RI Jadi Eksportir Baja Terbesar ke-4 Dunia

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Gedung DPR RI, Senin (8/7/2024).
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas)/Foto: Aulia Damayanti/

Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut ekspor dari industri baja nasional menempati posisi terbesar ke-4 dunia. Karena itu, menurutnya industri baja telah memberikan andil besar pada stabilitas perekonomian nasional.

Penegasan itu disampaikan saat memberikan pidato kunci dalam Seminar Nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja, serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) di Jakarta, pada Rabu, (10/7) kemarin. Tahun ini, seminar ISSC mengambil tema "Menjadikan Konstruksi Baja Tuan Rumah di Negeri Sendiri".

"Industri besi dan baja Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia. Pada 2023 nilai ekspor besi baja kita US$ 26,70 miliar, mengalami peningkatan 261,49% dari tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 7,39 miliar," tegas pria yang akrab disapa Zulhas dalam keterangannya, dikutip Kamis (11/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulhas mengatakan industri baja menjadi andalan ekspor Indonesia. Selain itu baja juga terus menjadi komoditas pembangunan infrastruktur dan mendorong industri manufaktur di dalam negeri, seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).

Zulhas mengungkapkan, pertumbuhan industri dan ekspor besi dan baja Indonesia berkembang sangat pesat pada lima tahun terakhir (2019-2023). Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai negara pengekspor besi dan baja dunia dari sebelumnya peringkat ke-17 pada 2019.

ADVERTISEMENT

Sementara pada 2023, nilai ekspor besi dan baja Indonesia mencapai US$ 26,70 miliar, naik 261,49 persen dari 2019 yang tercatat sebesar US$ 7,39 miliar. Nilai impor besi baja pada 2023 sebesar US$ 11,38 miliar sehingga neraca perdagangan besi dan baja Indonesia pada 2023 mencatatkan surplus US$ 15,32 miliar.

Konsumsi baja nasional, katanya, diperkirakan mencapai 18,3 juta ton atau tumbuh sebesar 5,2 persen pada 2024. Pertumbuhan ini ditopang berbagai kondisi yang menjadi pendorong permintaan baja.

"Indonesia juga gencar mengembangkan infrastruktur dan mendorong industri manufaktur, seperti pembangunan IKN, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan industri otomotif. Sedikitnya, terdapat 41 proyek prioritas strategis nasional yang ditargetkan selesai tahun 2024," ungkap Zulhas.

Kinerja ekspor digenjot. Cek halaman berikutnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat