matraciceni.com

Jokowi Minta Luhut Kawal Rencana Caplok Produsen Beras Kamboja

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) meninjau Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (13/9/2023). Presiden Joko Widodo mencoba kereta cepat dari Stasiun Halim menuju Stasiun Padalarang dan dilanjutkan dengan menggunakan kereta pengumpan dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.
Presiden Joko Widodo dan Menko Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta Luhut menangani rencana akuisisi perusahaan beras di Kamboja.

Tugas tersebut disampaikan Luhut langsung saat pidato dalam acara HIPMI di Hotel Fairmont, Senin (9/6/2024)

"Sementara itu, Bulog akan akuisisi beberapa sumber beras di Kamboja. Presiden tadi sudah memerintahkan saya untuk kita tindak lanjut, dan sudah memang ditindaklanjuti, sekarang tinggal kita melakukan due diligence," kata Luhut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Luhut tidak merinci lokasi dan tingkat produktivitas sumber beras di Kamboja yang dimaksud. Termasuk model akuisisi yang bisa dilakukan Bulog.

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung rencana akuisisi tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan Bulog dapat memberikan kepastian untuk cadangan beras pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Proses bisnis yang akan dilakukan oleh Bulog memberikan kepastian stok cadangan beras negara kita di posisi yang stok yang aman terus," kata Jokowi di lokasi yang sama.

Menurutnya, daripada Indonesia terus membeli beras Kamboja dengan cara diimpor, lebih baik BUMN menginvestasikan uangnya secara langsung ke sumber beras.

"Jadi daripada beli, lebih baik investasi," tutur Jokowi.

(hns/hns)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat